Samaraknya Konflik Menjelang Pilpres 2014
NAMA : ALI
MAKKI
NIM : 2013-21-00-11
PRODI : ILMU
ADM. NEGARA
s
“SEMARAKNYA KONFLIK MENJELANG
PILPRES 2014”
Berbicara
tentang pemilihan presiden (PILPRES) 2014 tentunya sangat hangat sekali. Karna
pilpres kali ini berbeda dengan pilpres sebelumnya, kedua capres dan cawapres tidak ada yang
mencalonkan diri dalam masa jabatan yang sama seperti pada waktu itu SBY yang
mencalonkan dirinya lagi sebagai presiden dalam masa jabatannya. Dengan itu
semaraknya konflik yang timbul di kalangan masyarakat sangat drastis karna
kedua pendukung kubu brlomba-lomba untuk saling menjatuhkan antar satu sama
lain. Sehingga melahirkan bibit-bibit radikalisme yang mengancam situasi
kamtibmas PILPRES 2014, Seperti yang terjadi di kota yogyakarta tentang
penyerangan, benturan, dan aksi bom molotov.
Konflik
yang terjadi pada PILPRES 2014 bukan
hanya terjadi di kalangan masyarakat bahkan merambat di media masa,
media sosial (facebook) terjadi saling sindir, pelecehan antar kedua pendukung
kubu baik melalui gambar atau pesan di facebook. Konflik ini terjadi karena
perbedaan pemikira antar kelompok
pendukung, dalam artian setiap kelompok memiliki pendirian, aturan, dan visi
misi yang berbeda untuk meraih apa yang mereka inginkan dengan itu terjadilah
petentangan antar kelompok pendukung kedua capres dan cawapres saat ini.
Padahal hal seperti ini sangat tidak di inginkan oleh kedua capres dan cawapres
karna dapat mengurangi gamngguan dalam komonikasi, kerja sama yang semakin
berkurang, dan pengaliha waktu dan energi terhadap pencapaian sasaran-sasaran
yang di inginkan yang pada akhirnya menimbulkan kesukaran dalam mengkonsentrasikan diri pada pekerjaan dan
membuat masyarakat terpecah belah atau lumpuh, tidak mampu untuk mengambil
tindakan-tindakan bersama dalam menghadapi ancaman-ancaman lingkungan.
Dengan
demikian, hal seperti ini harus segera di antisipasi karna sangat mengancam
terhadap masa depan masyarakat sendiri dan juga bagi negara. Maka dari itu,
dari pihak kepolisian perlu meningkatkan
kepekaanya antisipasi dan deteksi dini menjadi prioritas, selain itu sikap
tegas polri sangat di butuhkan dalam menjaga stabilitas kamtibmas di PILPRES
2014 ini karna polri sebagai penanggung jawab keamanan perlu mengajak KPU,
Bawaslu, lembaga-lembaga pemantau emilu, lembaga survei, para relawan dan kedua
capres cawapres yaitu Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK harus siap untuk menang dan
siap untuk kalah karna menang dan kalah itu merupakan konsekuensi yang harus di
terimanya sehingga secara lambat laun dapat mengurangi tingkat emosional bagi kelompok pendukungnya.
Komentar
Posting Komentar