intisari teori-teori ilmu sosial
NAMA : ALI MAKKI
NIM :
2013-21-00-11
PRODI : ILM.
ADM. NEGARA
Kita tidak dapat membayangkan jika
kehidupan manusia tidak berada dalam masyarakat (sosial). Karena manusia adalah
makhluk sosial, mereka tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain.
Manusia membutuhkan orang lain untuk bisa bertahan hidup. Kesalingketergantungan
itu akan menjadikan suatu kerja sama yang bersifat tetap dan menghasilkan
bentuk masyarakat tertentu. Dengan itu teori-teori ilmu social telah memberikan
kontribusi yang bermakna dalam hidup bermasyarakat yang baik.
Dalam Teori-teori ilmu social ada yang namanya interaksi simbolik, yang mana
manusia (Masyarakat) mempunyai kemampuan untuk menciptakan simbol-simbol.
Seperti halnya komonikasi melalui isyarat, dan komonikasi seperti ini adalah
bentuk sederhana dan yang paling pokok dalam berkomonikasi.Tetapi, masyarakat tidak
terbatas pada bentuk komonikasi ini (isyarat).
Sebaliknya,menggunakan kata-kata dan
symbol-simbol suara yang mengandung arti yang di pahami bersama dan bersifat
setandar. Kemampuan masyarakat menggunakan symbol suara yang di pahami bersama
memungkinkan perluasan dan penyempurnaan komonikasi jauh melebihi apa yang
mungkin melalui isyarat. Interaksi simbolik menunjuk pada karakter interaksi
khusus yang belangsung antar manusia. Respon individu, baik langsung maupun
tidak langsung selalu di dasarkan atas penilaian makna tersebut. Dengan
demikian interaksi antar manusia di jenbatani oleh penggunaan symbol-simbol
penafsiran atau dengan menemukan makna tindakan orang lain.
Dalam
pandangan lain interaksi simbolik,sebagaimana ditegaskan Blumer, proses sosial
dalam kehidupan kelompoklah yang menciptakan dan menegakkan kehidupan kelompok.Menurut
teoritisi interaksi simbolik, kehidupan sosial pada dasarnya adalah “interaksi
manusia dengan menggunakan simbol-simbol” Mereka tertarik pada cara manusia
menggunakan simbol-simbol yang mempresentasikan apa yang mereka maksudkan untuk
berkomunikasi dengan sesamanya, dan juga pengaruh yang ditimbulkan penafsiran
atas simbol-simbol ini terhadap perilaku pihak-pihak yang terlibat dalam
interaksi sosial. Penganut interaksi simbolik berpandangan, perilaku manusia
pada dasarnya adalah produk dari interpretasi mereka atas dunia disekeliling
mereka, jadi tidak mengakui bahwa perilaku itu dipelajari atau ditentukan,
sebagaimana dianut oleh teori behavioristik atau teori struktural. Alih-alih,perilaku
dipilih sebagai hal yang layak dilakukan berdasarkan cara individu
mendefinisikan situasi yang ada.
Komentar
Posting Komentar