Menuju Agent of change dan development


NAMA             : ALI MAKKI
NIM                 :2013210011
PRODI             :ADMINISTRASI NEGARA

MENUJU AGENT OF CHANGE DAN DEVELOPMENT
Semua orang bisa di cetak sebagai leader.Karna semua orang bisa memberikan keputusan.Akan tetapi, tidak mudah untuk menempuh keefisienan, keefektifan, dan kebijaksanaan. Karna pengaruh berkembangnya politik pada saat ini sangat pesat dan cepat sehingga seorangleader tidak memiliki etika dalam kepemimpinan seperti halnya KORUPSI yang di lakukan oleh sekian banyak pemimpin pada saat ini. Nah, Bagaimana mencetak seorang pemimpin (leader) yang efisien, efektif, bijaksana, tidak membedakan GENDER dan HAM dan menjadi Agent of change dan development?.
Seperti yang di kemukakan oleh Sugeng Rusmiwari, Drs, Msi dalam pelajaran Administrasi Perkantoran untuk menjadi seorang leader yang efisien, efektif, dan bijaksana,banyak cara atau teori yang harus di perhatikan di antarnya SWOT, POAC, XYZ, (Rp,Cp,Lp,Ep,Rp), GSE, (Id,Ego,Super Ego), dan  (iQu,EQiu,S,E iQiu). Mengaca pada teori yang di sebutkan tadi  Rp,Cp,Lp,Ep,Rp(Reward Power, Corsive Power, Legitimate Power, Expert Power, Referent Power).
Jadi,untuk menjadi pemimpinyang bisa memberikan keputusan yang efisien, efektif, bijaksana, dan menjadi Agent of Change dan developmentharusmemiliki etika kepemimpinan dalam artiansebelum menilai orang lain maka terlebih dahulu menilai dirinya sendiri (Reward Power).Pada saat ini, kebanyakan seorang leaderhanya menjatuhkan hukum atau Undang-Undang. Sedangkan dirinya tidak bisa menjadi contoh teladan terhadap masyarakatnya dan hanya menimbulkan konflik Internal antar kepengurusan dan masyarakat.
Kadangkala, seorang pemimpin tidak memiliki kemampuan,sedikit pengalaman, dan tidak ada kecerdasan. Namun hanya dengan memaksakan kehendak (corsive power), tekad, optimism,  dan minat tinggi yang di sertai etika sehingga dapat menjalankan program kerja dan tanggung jawab dengan baik dan jujur. Bagi seorang pemimpin harus membuang jiwa pesimis atau hilangnya percaya diri (legitimate power) karna hal tersebut tidak dapat menjadikan seorang pemimpin yang efisien, efektif, bijaksana dan tidak akan menjadi agent of change dan development.kendala seperti itulah yang merupakan kendala besar bagi seorang leader. Bagaimana untuk menghilangkan jiwa pesimis tersebut?
Tidak hanya dengan optimis. Akantetapi, meliki kemampuan (expert power) karena kemampuan itulah yang akan menentuka nilai baik buruknya di mata masyarakat dan akan memuaskan masyarakat dalam pelayanannya. Mengapa demikian,karena pola pikirnya (referent power) tidak di ragukan lagi Dengan mudah untuk prospek memvariable segala aktivitas dan akan membuat kebijakan atau keputusan yang efisien, efektif, bijaksana, dan akan menjadi agentof change dan development.


















Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

intisari teori-teori ilmu sosial

Samaraknya Konflik Menjelang Pilpres 2014

KEPEMIMPINAN SECARA SITUASIONAL